Tuesday, November 25, 2025

Education According to Ki Hajar Dewantara

Education According to Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara is widely recognized as the Father of Indonesian Education. His ideas lay the foundation for a learning system that prioritizes humanity, character, and cultural values. For him, education is not only the process of transferring knowledge but also an effort to guide learners toward becoming independent, responsible, and morally grounded individuals.

1. Education as a Path to Human Freedom

Ki Hajar Dewantara believed that the main purpose of education is to free human beings both physically and mentally. Learners should be guided to develop their own thoughts, make decisions wisely, and take responsibility for their actions. This freedom, however, must grow within a supportive and caring environment to ensure balanced intellectual and emotional development.

2. The Among System

One of his most influential concepts is the Among System, a nurturing educational approach based on protection, guidance, and encouragement. This system emphasizes the role of teachers as mentors who accompany learners throughout their learning journey rather than commanding them.

The Among System is built upon three well-known principles:

  • Ing Ngarso Sung Tulodo – When in front, educators should set a good example.
  • Ing Madya Mangun Karso – When among the learners, educators should inspire and motivate.
  • Tut Wuri Handayani – When behind, educators should give support and encouragement.

These principles symbolize the flexible and thoughtful roles of educators according to the needs of students.

3. Learner-Centered Education

Ki Hajar Dewantara emphasized that every child has unique strengths, interests, and learning speeds. Therefore, education should be tailored to the learner rather than forcing children to adapt to rigid systems.

In this view, teachers serve as facilitators who help learners discover learning methods that suit their character, potential, and personal development.

4. Education as Part of Culture

He also regarded education as an inseparable part of culture. Schools should nurture cultural values, moral character, and national identity. Education, in his perspective, should shape individuals who are knowledgeable yet rooted in ethical and cultural wisdom.

5. The Role of Educators

According to Ki Hajar Dewantara, teachers hold a noble and honorable position. Their role is not merely to instruct but to educate holistically. A teacher should:

  • Demonstrate exemplary behavior as a model for students.
  • Encourage motivation and curiosity.
  • Guide without dominating or suppressing students.
  • Inspire learners to build strong character and values.

6. Relevance in the Modern Era

Despite emerging in the early 20th century, Ki Hajar Dewantara’s ideas remain highly relevant in today’s digital era. Modern education that integrates technology should still prioritize humanity, creativity, collaboration, and ethical values.

His principles can be applied in modern classrooms through:

  • Project-based learning and real-life experiences.
  • Teachers acting as facilitators and mentors.
  • School environments that promote respect, safety, and inclusiveness.
  • Character building through daily positive routines.

Conclusion

The educational philosophy of Ki Hajar Dewantara provides a strong foundation for developing a humane and culturally rooted education system. By embracing the values of Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, and Tut Wuri Handayani, education can shape a generation that is knowledgeable, ethical, and ready to contribute positively to society.

Wednesday, November 19, 2025

KESEJAHTERAAN GURU 2026

 


UPAYA PEMERINTAH DAN RENCANA KEBIJAKAN KE DEPAN
Kesejahteraan guru merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan nasional. Melalui berbagai kebijakan strategis, pemerintah terus berupaya meningkatkan kondisi finansial dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia. Artikel ini merangkum upaya pemerintah yang sudah berjalan serta rencana kebijakan ke depan berdasarkan data terbaru.


UPAYA PEMERINTAH SAAT INI

1. Tunjangan Profesi Guru (TPG) Terpisah dari Gaji Pokok

Pemerintah menetapkan bahwa TPG diberikan secara terpisah dari gaji pokok, sehingga komponen penghasilan guru lebih transparan dan terukur.

2. Besaran TPG Sama untuk Guru ASN
Semua guru ASN berhak menerima TPG sebesar satu kali gaji pokok.

3. Kenaikan TPG untuk Guru Non-ASN
Pemerintah meningkatkan TPG bagi guru non-ASN sebesar Rp500.000 sehingga totalnya menjadi Rp2.000.000 per bulan.

4. Tunjangan Tenaga Kependidikan untuk JF Guru
Guru dengan jabatan fungsional (JF) sudah mendapatkan tunjangan tenaga kependidikan, meski aturan mengenai tunjangan fungsional khusus guru masih dalam tahap penyusunan.

5. Tunjangan Khusus Guru (TKG)
TKG diberikan kepada guru yang bertugas di daerah khusus sebagai bentuk penghargaan atas tantangan lingkungan kerja.

6. Dana Tambahan Penghasilan (DTP/Tamsil)
Diberikan kepada guru ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik.

7. Penyaluran TPG ASN Langsung dari Pemerintah Pusa
t
Penyaluran dilakukan langsung ke rekening guru untuk meningkatkan transparansi dan akurasi pembayaran.

8. Pembenahan Data Guru oleh Kemendikdasmen
Pemerintah memperkuat sistem verifikasi dan validasi data untuk penyetaraan dan pangkat guru non-ASN

9. Rekrutmen 911 Ribu Guru Non-ASN Menjadi ASN PPPK
Langkah ini menjadi salah satu transformasi terbesar dalam sejarah rekrutmen tenaga pendidik di Indonesia.

RENCANA KEBIJAKAN KE DEPAN

1. Penyamaan Skema Penghasilan dengan ASN Lainnya

TPG akan menjadi bagian dari komponen penghasilan yang diterima guru, sehingga lebih inline dengan skema ASN lain.

2. TPG Berbasis Prestasi Guru
Ke depan, TPG akan diberikan sesuai prestasi, bukan hanya berdasarkan status sertifikasi.

3. Penetapan Aturan Tunjangan Fungsional JF Guru
KemenPAN-RB ditugaskan menyusun regulasi baru mengenai tunjangan fungsional guru.

4. Semua Guru Wajib Bersertifikat Pendidik
Dengan meningkatnya jumlah guru bersertifikat, penyaluran insentif tambahan diproyeksikan menjadi lebih tepat sasaran.

5. Penyaluran TPG Setiap Bulan
Untuk memastikan stabilitas dan konsistensi penerimaan guru.

6. Evaluasi Tunjangan Khusus
Pemerintah akan menilai kembali penetapan daerah khusus agar pemberian TKG benar-benar akurat dan tepat sasaran.

KESIMPULAN

Melalui serangkaian kebijakan ini, pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan memperkuat kualitas pendidikan nasional. Harapannya, upaya ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik serta meningkatkan profesionalisme para pendidik di berbagai daerah.

-
#Sumber: Live Metro TV 19 November 2025  BREAKING NEWS - BALEG DPR RI RAKER DENGAN MENTERI AGAMA DAN MENDIKDASMEN TENTANG RUU GURU DAN DOSEN

Monday, November 17, 2025

Guru sebagai Arsitek Pembelajaran Digital

Guru sebagai Arsitek Pembelajaran Digital


Penguatan kompetensi digital guru melalui Koding Kecerdasan Artifisial (KA).

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menjadi sebuah keharusan di era teknologi saat ini. Perangkat digital seperti smartboard, Interactive Flat Panel (IFP), dan platform pembelajaran berbasis daring semakin banyak digunakan di sekolah. Namun, kecanggihan perangkat tidak akan memberi dampak nyata tanpa kesiapan guru dalam mengelola teknologi tersebut. Karena itu, peran guru kini berubah—bukan sekadar penyampai materi, tetapi arsitek pembelajaran digital.

Melihat kebutuhan tersebut, Kemendikdasmen menghadirkan program penguatan kompetensi melalui webinar “Koding Kecerdasan Artifisial (KA)” untuk guru di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi bagaimana guru dapat memanfaatkannya secara kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

1. Guru Bukan Lagi Operator, tetapi Perancang Pembelajaran

Selama ini, banyak guru yang hanya menjadi operator dari perangkat digital. Mereka menggunakan teknologi seadanya, tanpa inovasi yang berarti. Akibatnya, banyak perangkat modern hanya menjadi "papan pintar di kelas kosong"—ada teknologinya, tapi tidak digunakan secara optimal.

Melalui Koding KA, guru didorong untuk:

  • memahami cara kerja kecerdasan artifisial,
  • menggunakan AI sebagai alat bantu berpikir,
  • merancang pembelajaran digital yang efektif dan inovatif,
  • menemukan solusi cepat dalam membuat materi, evaluasi, dan media pembelajaran.

2. Apa Itu Koding Kecerdasan Artifisial (KA)?

Koding KA bukan berarti guru harus menjadi programmer profesional, tetapi memahami:

  • logika dasar AI,
  • cara AI menghasilkan teks, gambar, data, atau analisis,
  • bagaimana mengatur prompt agar AI memberikan output terbaik,
  • bagaimana memanfaatkan AI untuk menyusun perangkat ajar.

Tools seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan generator multimedia AI kini menjadi pendamping guru untuk mempercepat kerja dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

3. Pentingnya Koding AI untuk Semua Mata Pelajaran

Koding KA bukan hanya untuk guru informatika. Semua bidang bisa memanfaatkannya:

• Mata Pelajaran Bahasa

Membuat soal otomatis, menyusun rubrik penilaian, dan simulasi percakapan yang meningkatkan kemampuan berbicara siswa.

• Matematika

Generasi soal HOTS otomatis, penjelasan langkah-langkah penyelesaian, serta visualisasi grafik dan bentuk geometri.

• IPA

Simulasi percobaan, ilustrasi 3D proses sains, dan penjelasan konsep sulit dengan media visual atau animasi.

• IPS

Peta digital interaktif, analisis kondisi sosial, dan studi kasus berbasis data yang membuat pembelajaran lebih kontekstual.

• Seni Budaya

Pembuatan sketsa dan ide desain, inspirasi koreografi, serta eksplorasi motif atau visual seni digital.

• PJOK

Analisis gerakan, penilaian teknik olahraga, serta rekomendasi program latihan berbasis data sederhana.

• Keagamaan dan Pendidikan Karakter

Pembuatan modul refleksi, studi kasus moral, dan media pembinaan karakter berbasis teknologi.

• Informatika

Pemahaman algoritma AI, model pembelajaran mesin sederhana, dan proyek teknologi untuk siswa.

4. AI Membantu Guru Bekerja Lebih Cepat dan Efisien

Beberapa manfaat praktis bagi guru:

  • Membuat RPP dalam hitungan menit;
  • Membuat ringkasan bab otomatis;
  • Menciptakan media visual seperti diagram dan infografis;
  • Menilai tugas siswa lebih cepat dan konsisten;
  • Menghasilkan soal lengkap dengan kunci dan rubrik;
  • Menyediakan materi diferensiasi untuk beragam kebutuhan siswa.

Dengan demikian, guru dapat fokus pada hal yang lebih penting: interaksi dan pendampingan siswa.

5. Mengapa Guru Harus Menjadi Arsitek Pembelajaran Digital?

Karena masa depan pendidikan akan dipenuhi teknologi. Guru harus:

  • memahami cara kerja AI;
  • memandu siswa menggunakan teknologi secara bijak;
  • membangun budaya literasi digital;
  • mengembangkan kreativitas siswa melalui teknologi;
  • memastikan pembelajaran tetap berorientasi pada nilai dan karakter.

AI bukan untuk menggantikan guru—justru memperkuat peran guru sebagai mentor dan fasilitator belajar.

Kesimpulan

Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) menjadi kompetensi sangat penting bagi guru di era digital. Ketika guru mampu menggabungkan AI dengan pedagogi, mereka akan menjadi arsitek pembelajaran digital yang mampu memberikan pengalaman belajar lebih menarik, bermakna, dan relevan dengan tuntutan masa depan. Transformasi digital pendidikan akan berhasil bila guru menjadi motor penggeraknya.


Saturday, November 15, 2025

Persiapan SKTP Tahun 2026


Persiapan SKTP Tahun 2026

Terkait dengan adanya rencana pembayaran Tunjangan Profesi Perbulan, di sarankan dalam pengentrian Data Dapodik Semester Genap 2025/2026 untuk di selesaikan sebelum Akhir Januari 2026. 

Validasi Tahap 1 direncanakan akan dimulai pada minggu Pertama Bulan Pebruari 2026.

Persiapkan dari sekarang untuk Pembagian Beban Kerja Guru Semester Genap TA 2025/2026.

Dikutip dari Tim Validasi InfoGTK Admin Dibalik Layar. 

Semog dapat terealisasi dengan baik tanpa kendala.

Wednesday, November 12, 2025

Peran Kecerdasan Artifisial (AI) bagi Guru di Era Digital: Inovasi Pendidikan Masa Kini

Peran Kecerdasan Artifisial (AI) dalam Dunia Pendidikan di Era Digital

Perkembangan teknologi yang begitu pesat di era digital saat ini membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang paling berpengaruh adalah kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Teknologi AI kini mulai diterapkan di berbagai bidang pendidikan untuk membantu guru, siswa, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Bagi guru, AI bukan sekadar alat bantu teknologi, tetapi sudah menjadi mitra profesional dalam proses pembelajaran. Melalui sistem berbasis AI, guru dapat menganalisis hasil belajar siswa secara cepat dan akurat. Misalnya, aplikasi pembelajaran dengan fitur analitik AI mampu mendeteksi kesulitan siswa dalam memahami materi tertentu, sehingga guru dapat memberikan pendekatan yang lebih personal. Hal ini membantu guru menyesuaikan metode mengajar sesuai kemampuan masing-masing siswa.

Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk otomatisasi pekerjaan administratif, seperti penilaian ujian objektif, rekap data siswa, dan pembuatan laporan belajar. Dengan adanya bantuan AI, guru dapat menghemat waktu dan tenaga, sehingga dapat lebih fokus dalam mengembangkan strategi pembelajaran kreatif dan berinovasi dalam kelas.

Dalam konteks pembelajaran daring, AI berperan penting dalam menciptakan pengalaman belajar interaktif dan adaptif. Chatbot atau asisten virtual berbasis AI dapat membantu siswa menjawab pertanyaan dasar kapan pun tanpa harus menunggu guru. Teknologi seperti adaptive learning system juga memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing, memberikan rekomendasi materi sesuai hasil belajar sebelumnya.

Berikut Kumpulan IA untuk Guru

Namun, penerapan AI dalam pendidikan juga menuntut guru untuk meningkatkan literasi digital dan memahami cara kerja teknologi tersebut. Guru perlu dibekali pelatihan agar mampu memanfaatkan AI secara optimal tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan dalam proses pembelajaran. AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti peran guru sebagai pendidik dan pembimbing karakter.

Dengan pemanfaatan yang tepat, AI dapat menjadi katalis transformasi pendidikan menuju arah yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. Guru sebagai ujung tombak pendidikan harus siap beradaptasi dengan perubahan ini agar dapat membimbing peserta didik menjadi generasi cerdas digital yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan beretika dalam menggunakan teknologi.

> Di era digital, AI bukan ancaman bagi guru, justru menjadi peluang besar untuk menciptakan pendidikan yang lebih personal, efisien, dan berorientasi pada masa depan.
-
Terimakasih, Semoga Artikel ini bermanfaat.

Tuesday, November 11, 2025

PPG Dalam Jabatan Periode 4 Tahun 2025

Pemilihan Program Studi Berdasarkan Mapel Dapodik

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan periode 4 tahun 2025 kembali dibuka sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru di seluruh Indonesia. Pada periode ini, terdapat ketentuan baru yang perlu diperhatikan oleh para guru calon peserta, yaitu pemilihan program studi PPG tidak hanya mengacu pada ijazah S1, melainkan berdasarkan mata pelajaran (mapel) yang diampu dalam data Dapodik.

Kebijakan ini bertujuan untuk menyesuaikan antara bidang tugas yang diampu guru di sekolah dengan program studi PPG yang diikuti, sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih relevan dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Guru diharapkan memastikan data Dapodik sudah benar dan sesuai dengan mapel yang diajarkan sebelum melakukan pendaftaran.

Berikut Referensi Linimasa Pendaftar PPG Bagi Guru Tertentu cek Surat Edaran

Sebagai Operator Sekolah SMP Al-Falah, kami mengimbau seluruh guru yang belum bersertifikat pendidik (sertifikasi) untuk segera memeriksa dan login ke AKUN SIMPKB masing-masing dan jika perlu dan ada perubahan juga dapat memperbarui data Dapodik melalui Operator Sekolah. Hal ini penting agar sistem dapat membaca mapel yang diampu secara akurat dan menyesuaikan program studi PPG yang sesuai. Koordinasi antara guru, kepala sekolah, dan operator menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahan data yang dapat menghambat proses seleksi PPG Dalam Jabatan tahun 2025.

Dengan kebijakan baru ini, diharapkan pelaksanaan PPG semakin tepat sasaran, menghasilkan guru yang profesional di bidang yang benar-benar mereka ampu, dan meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing.
-

Semoga Informasi ini bermanfaat.

Terimakasih..

Thursday, November 6, 2025

INSENTIF GURU Non-ASN 2025


Pada Bulan Oktober 2025 kemaren sebagian SK Insentif  dari pemerintah kembali diterbitkan dan menyalurkan bantuan/insentif bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikat pendidik. Program ini menjadi angin segar untuk ratusan ribu guru yang selama ini bergantung pada penghasilan tidak tetap. Untuk 2025 dipatok sejumlah besaran nominal berbeda antara guru formal (TK/SD/SMP/SMA/SMK) dan pendidik PAUD nonformal, serta jumlah penerima yang diperluas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Cek status penerima bantuan 
INSENTIF GURU Non-ASN 2025

  1. Masuk ke portal resmi Info GTK di alamat https://info.gtk.dikdasmen.go.id dan login dengan akun PTK yang terdaftar di Dapodik.
  2. Jika status penerima sudah muncul, unduh format SPTJM dari Info GTK
  3. Penerima Bantuan Insentif wajib melakukan aktivasi rekening dengan membawa 

  • KTP asli
  • NPWP asli
  • Print Out SK Bantuan Insentif/Info gtk; dan
  • Surat keterangan aktif mengajar dari Kepala Sekolah
  • Bagi penerima yg statusnya kepala sekolah, membawa surat ketetangan dari ketua yayasan
  • Surat Pertanggungjawaban Mutlak yang diunduh dari info gtk, ditanda tangani di atas materai 10.000;
-
Monggo dicoment jika Informasi ini dirasa bermanfaat.
Terimakasih
Salam Operator SMP AL FALAH



Tuesday, November 4, 2025

Update Data Buku Pada Aplikasi Dapodik 2026

Berdasarkan informasi yang telah dirilis pada website Dapodik tentang: 
Update Data Buku Pada Aplikasi Dapodik 2026

Penambahan Referensi Data Buku pada Menu Sarana dan Prasarana Pada Aplikasi Dapodik

yang berisi

Yth. Bapak/Ibu 

  1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 
  2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota 
  3. Kepala BBPMP dan BPMP 
  4. Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, SKB dan SLB  di seluruh Indonesia 


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah menambahkan referensi data buku pada menu Sarana dan Prasarana. Penambahan referensi buku ini untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam pendataan alat & buku yang belum tersedia sebelumnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Admin Dapodik.


Dengan adanya informasi tersebut, maka saya selaku Operator sekolah akan melakukan Update data tersebut pada Aplikasi Dapodik Offline.

Kepada yang bertugas pendataan buku perpustakaan, silahkan Isi Form pendataan dengan klik 

Link Disini 


Catatan : 

  1. Jika linknya bukan mengarah pada google form, silahkan close tab, dan ulangi klik link tersebut.
  2. Jika google form memerlukan ijin Akses, silahkan klik menu Minta akses, 
  3. Kemudian konfirmasi melalui komentar di sini atau melalui Media Sosial lainnya.

Monday, November 3, 2025

KKTP dan Konversi Nilai

Pemahaman tentang KKTP dan Konversi Nilai Harian

SMP AL FALAH - SILO - JEMBER

KKM ditetapkan oleh satuan pendidikan untuk setiap mata pelajaran, biasanya dalam rentang 0–100. Misalnya, jika KKM Matematika adalah 75, maka siswa dinyatakan tuntas apabila memperoleh nilai 75 ke atas, dan belum tuntas jika nilainya di bawah 75.

Konversi nilai membantu guru memberikan penilaian yang adil dan objektif, terutama ketika jumlah soal atau tingkat kesulitan antar-ujian berbeda. Dengan sistem konversi, penilaian menjadi lebih proporsional dan mudah dipahami baik oleh siswa maupun orang tua.

Kesimpulan

Baik KKM maupun konversi nilai harian merupakan bagian penting dari sistem penilaian yang transparan dan adil. Guru perlu memahami cara menetapkan KKM serta mengonversi nilai dengan tepat, agar hasil belajar peserta didik benar-benar mencerminkan kemampuan mereka yang sebenarnya.

Untuk mengunduh File KKTP dan Konversi Nilai, Silahkan Klik File KKTP dan Konversi Nilai

Catatan : Jika linknya bukan mengarah pada Excel, silahkan close tab, dan ulangi klik link tersebut. Terimakasih


Operator SMP Al Falah

Read More