Hakikat Manusia
Hakikat
Manusia adalah seperangkat gagasan atau konsep yang mendasar tentang manusia
dan makna eksistensi manusia di dunia berkenaan dengan prinsip adanya(principe
de’ere)manusia.
ASPEK-ASPEK
HAIKAT MANUSIA
Aspek-aspek
manusia sebagai berikut
1. Manusia
sebagai makhluk Tuhan
Manusia adalah
makhluk yang paling sempurna dan manusia itu berasal dari tanah. Manusia adalah subjek yang menyadari
keberadaannya, ia mampu membedakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada
diluar dirinya (objek). Berkenaan dengan asal usul alam semesta ini ada dua
pandangan filsafat yang berbeda yaitu :
- Evolusionisme alam semesta menjadi ada bukan karena diciptakan oleh sang pencipta atau prima causa, melainkan dengan sendirinya beradanya manusia di alam semesta adalah sebagai hasil evolusi (Herbert spencer dan kono suke matsus hita 1997)
- Kreasionisme adanya alam semesta adalah ciptaan tuhan yng maha esa, beradanya manusia di alam semesta sebagai makhluk ciptaan tuhan (thomas Aquinas dan al-ghazali ali isa Othman 1987)
Manusia
adalah kesatuan badani, rohani hidup dalam ruang dan waktu, sadar akan diri dan
lingkungannya, mempunyai berbagai kebutuhan insting, nafsu, dan tujuan hidup.
- Materialism manusia adalah yang Nampak dalam wujudnya, terdiri atas zat(daging, tulang, dan urat saraf).
- Idialisme esensi diri manusia adalah jiwanya, spiritnya, atau rohaninya(plato) jiwa berperan sebagai pemimpin badan, jiwalah yang mempengaruhi badan karena itu badan mempunyai ketergantungan kepada jiwa. Badan tanpa jiwa tiada memiliki daya. Dikenal sebagai spiritualisme (J.D.Buther 1968)
- Dualisme C.A.Vanpeursen 1982 mengemukakan paham lain yang secara tegas bersifat dua listik.
- Manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi memiliki perbedaan pandangan dengan manusia yang lainnya sehingga bersifat unik dan merupakan subjek yang otonom. Theo Huijbers manusia mempunyai kesendirian yang ditunjukkan kata pribadi (Soerjanto P. dan K.Bertens 1983)
- Menurut arestotiles manusia sebagai makhluk social atau makhluk bermasyarakat
- Menurut Ernst Cassiner manusia tidak menjadi manusia karna sebuah factor didalam dirinya seperti naluri atau akal budi melainkan fungsi kehidupannya yaitu pekerjaannya kebudayaannya.
- Menurut Immanuel kant manusia memiliki aspek kesusilaan karena pada manusia terdapat rasio praktis yang memberikan printah mutlak.Manusia kebebasan mamilih dan menentukan perbuatannya secara otonom maka selalu ada pemikiran moral atau tuntutan pertanggung jawaban atas perbuatannya
- Manusia memiliki potensi untuk mampu beriman dan betakwa kepada tuhan yang maha esa

No comments:
Post a Comment